NAMA:Agumlar NPM:41182170120004 Semester:3 Jurusan:geografi
Kelompok informal
Revolusi atau pemberontakan yang dilakukan masyarakat dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Revolusi Perancis 1789 telah berhasil merubah Perancis menjadi negara yang berdasar demokrasi. Revolusi Kaum Bolsevyk di Soviet 1917 telah merubah Soviet menjadi negara Komunis. Demikian juga revolusi industri di Inggris abad 18 telah merubah struktur kehidupan masyarakat Inggris yang agraris konvensional menjadi negara industri yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Inggris dan dunia pada umumnya.
1.Gerakan buruh dalam berbagai bentuknya merupaka fenomena yang erjadi dimana-mana dan dalam waktu yang telah begitu lama.Tujuanya hampir sama,yaitu meningkatkan kesejahteraan terutama menuntut kenaikan upah minimum provinsi(UMP).fenomena unjuk rasa yang dilakukan buruh mengindikasikan betapa persoalan unjuk rasa tidak hanya menjadi persoalan ekonomi, hukum, politik, sosial, dan budaya belaka. Fenomena unjuk rasa juga menjadi persoalan komunikasi, khusus kajian public relations, terutama bidang industrial relations. Hubungan ini merujuk pada bentuk komunikasi dan interaksi yang terjadi di antara manusia yang terikat pada proses perilaku menuju suatu kepuasan kerja secara bersama, dan fenomena aksi buruh ini yang berorganisasikan serikat bisa mengakibatkan tindakan buruh yang anarkis dan brutal serta tindakan-tindakan yang merugikan lingkungan sekitar.Alasan dan motif buruh melakukan unjuk rasa karena menyangkut hal-hal mendasar sebagai seorang manusia individu, keluarga dan anggota masyarakat.Dalam tatanan masyarakat akan selalu membutuhkan suatu aturan yang berbeda dalam penerapanya.Tergantung pada kebutuhan golongan masyarakat tersebut dan biasanya peraturan tersebut dibuat sebagai sebuah peraturan dengan mengambil dan menjunjung kepentingan bersama yang dirumuskan dalam suatu peraaturan bersama.
2.Kelompok formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan
diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang
rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan
diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang
rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
3 buah kelompok formal:
1
. Anggota (pegawai/karyawan) dan orang-orang yang terlibat dalam organisasi.
Kemampuan dan cara berpikir para anggota, serta kebutuhan mereka untuk bekerja sama harus diperhatikan dalam merancang struktur organisasi. Kebutuhan manajer dalam pembuatan keputusan juga akan mempengaruhi saluran komunikasi, wewenang dan hubungan diantara satuan kerja pada rancangan struktur organisasi. Para manajer organisasi, terutama para manajer puncak, akan mempengaruhi pemilihan strategi, dan pemilihan strategi ini akan mempengaruhi tipe struktur yang digunakan dalam organisasi.
2. Organisasi Staf (Staff Organization)
Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan. Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang pertama karena keputusan-keputusan dapat lebih baik namun kadang-kadang keputusan-keputusan tersebut akan memakan waktu yang lama karena melalui perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.
Dalam organisasi ini, tidak begitu tegas garis pemisah antara pimpinan dan staf pelaksana. Peran staf bukan sekedar pelaksana perintah pimpinan namun staf berperan sebagai pembantu pimpinan. Bentuk organisasi semacam ini muncul karena makin kompleksnya masalah-masalah organisasi sehingga pimpinan sudah tidak dapat lagi menyelesaikan semuanya dan memerlukan bantuan orang lain (biasanya para ahli) yang dapat memberikan masukan pemikiran-pemikiran terhadap masalah-masalah yang dihadapi.
Meskipun organisasi ini lebih baik dari yang pertama karena keputusan-keputusan dapat lebih baik namun kadang-kadang keputusan-keputusan tersebut akan memakan waktu yang lama karena melalui perdebatan-perdebatan yang kadang-kadang melelahkan.
3. Organisasi Lini (Line Organization)
Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah.
Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah.
Dalam jenis organisasi ini, pembagian tugas dan wewenang terdapat perbedaan yang tegas antara pimpinan dan pelaksanaan. Peran pimpinan dalam hal ini sangat dominan dimana semua kekuasaan di tangan pimpinan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan kegiatan yang utama adalah wewenang dan perintah.
Memang bentuk organisasi semacam ini, khususnya didalam institusi-institusi yang kecil sangat efektif karena keputusan-keputusan cepat diambil dan pelaksanaan keputusan juga cepat. Kelemahannya jenis organisasi semacam ini kurang manusiawi, lebih-lebih para pelaksana tugas bawahan hanya dipandang sebagai robot yang senantiasa siap melaksanakan perintah.
Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi, daya tarik, dan kebutuhan seseorang.Keanggotaan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaanya biasanya ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok.Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati.
3 buah kelompok informal:
1 Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
2. Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
3.Organisasi-organisasi sosial (social organizations),organisasi yang berhubungan dengan makhluk social yang saling bergantungan satu sama lain.karna manusia tidak bisa hidup sendiri melainkan antar kelompok dan saling melengkapi.
3.Permasalahan Factor internal
d.Terjadinya revolusiRevolusi atau pemberontakan yang dilakukan masyarakat dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Revolusi Perancis 1789 telah berhasil merubah Perancis menjadi negara yang berdasar demokrasi. Revolusi Kaum Bolsevyk di Soviet 1917 telah merubah Soviet menjadi negara Komunis. Demikian juga revolusi industri di Inggris abad 18 telah merubah struktur kehidupan masyarakat Inggris yang agraris konvensional menjadi negara industri yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Inggris dan dunia pada umumnya.
Permasalahan FAKTOR EKSTERNAL
- 1. Bencana alam
Peristiwa alam seperti gempa bumi dan Tsunami di Aceh, banjir, gunung meletus dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Contoh : Tsunami di Aceh menyebabkan hancurnya kehidupan sosial di Aceh, Gempa bumi di Jogja menyebabkan terjadinya perubahan struktur sosial,pola perkampungan,dan sistem sosial di Bantul dll.
- 2. Peperangan
Perang juga menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial. Sebab akibat perang akan berdampak pada hancurnya tananan kehidupan sosial di masyarakat secara keseluruhan.
- 3. Pengaruh budaya lain
Masyarakat tentu berhubungan dengan masyarakat lain. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya saling mempengaruhi satu sama lain. Hal tersebut akhirnya berpengaruh pada perubahan pada masyarakat. Pengaruh masuknya unsur lain dari masyarakat lain dapat terjadi melalui difusi.
Faktor Pendorong Internal
|
Faktor Pendorong eksternal
| |||
1
2
3
4
|
Bertambah dan berkurangnya
penduduk
Adanya penemuan baru
Terjadinya konflik di masyarakat
Ter
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar